Assalamu'alaikum . . Sugeng Rawuh Dateng Blog'e Cah Santri

Waspada Tipuan Syetan

Waspada Tipuan Syetan

Oleh KH Abdullah Gymnastiar

ManajemenQolbu.Com : Alhamdulillaahirabbil'aalamiin, Allahuma shalli 'ala Muhammad wa'ala aalihi washahbihii ajmai'iin. Saudaraku yang budiman, salah satu makhluk Allah yang senatiasa kita waspadai adalah syetan laknatullah. Betapa tidak, walau setan tidak nampak wujudnya, tidak nyata terlihat oleh indra kita, namun hasil perbuatannya sungguh riil membuat manusia menderita, sengsara dunia akhirat.

Karena syetan tidak punya tugas lain kecuali menjerumuskan, menyuruh manusia kepada kemungkaran dan perbuatan yang tidak diridhai Allah, terutama melalui hawa nafsu manusia. Banyak yang telah menjadi korban tipu muslihatnya, mengikuti hawa nafsu duniawitermasuk diri kita.Memang kadangkala kita mampu menahan bisikan itu, namun saat kita lengah mustahil kita terjebak tipuan syetan.

Salah satu tipuan syetan yang kerap mengelabui kita adalah melaui hawa nafsu. Ia adalah kendaraan bagi syetan dalam menjalankan tugasnya mencelakakan bani Adam. Beberapa tabiat hawa nafsu jahat yang perlu kita perhatikan adalah ; pertama, hawa nafsu sangat senang kepada penghargaan diri yang berlebihan.

Saudaraku, manusia yang dikuasai hawa nafsu tidak pernah puas dengan penghormatan yang didapat, senang dipuji, sangat menjaga penampilan diri demi dihormati, orang-orang dengan berbagai jalan berupaya menjadi orang yang berkedudukan, berkuasa. Orang seperti ini akan terjerumus kepada sifat sombong dan takabur, juga riya, ia berpikir dengan begitu ia dapat mulia dan dihargai orang-orang. Sungguh ia telah mengikuti hawa nafsu semata tanpa peduli dengan hisab yang akan diperlakukan kelak.

Kedua, syetan sangat senang menyuruh kita agar mengumbar nikmat secara berlebihan. Syetan membisik kita agar menuruti nafsu syahwat, walaupun haram. Begitu pula dengan nikmat lainya, seperti makan, ia selalu memenuhi segala keinginannya untuk melahap semua jenis makanan yang enak-enak, tidak peduli halal atau haram, yang penting perutnya terpuaskan.

Padahal Allah dan Rasul-Nya melarang kita berlebih-lebihan dalam hal makanan. Begitupun nikmat mendengarkan hal yang sia-sia, musik misalnya membuat terlena dalam mengingat Allah. Segala dorongan syetan ini mensyaratkan kita untuk hati-hati terhadap keinginan, kehendak yang didasari nafsu semata, kita harus betul-betul bertanya pada diri, ini kebutuhan atau hanya nafsu saja. Mudah-mudahan dengan berupaya sangat menjaga diri, kita dilindungi Allah dari segala hal yang tidak disukai-Nya.

Ketiga, tabiat hawa nafsu salah satunya adalah sangat enggan pada ketaatan. Beribadah malas, begitu juga jika beramal baik, kalau tidak menguntungkan dirinya, lebih baik tidak dilakukannya, bersedakah pula selalu disisipi riya. Orang seperti ini benar-benar diperbudak syetan melaui hawa nafsunya, tidak mau bersusah payah meraih cinta Allah. Semoga kita termasuk hamba Allah yang mampu mengendalikan hawa nafsu. Wallahu'alam


0 komentar:

Poskan Komentar